Feeds:
Tulisan
Komentar

Story Telling

Kemarin (9/11/09) adalah hari yang sangat berkesan buatku. Aku mendapat giliran untuk bercerita di depan kelas anakku, Indi (kleas 2 SD). Di hadapan Indi dan kawan-kawannya, aku bercerita tentang sebab musabab gempa sekaligus bagaimana harus bersikap jika terjadi gempa. Intinya, aku mengajak untuk terus siap-siaga menghadapi gempa atau bencana lainnya.

Di awal kegiatan, aku meminta salah seorang anak untuk membaca Surat Al Zalzalah dan artinya. Seorang teman indi, namanya Fikri, telah membantu aku membaca surat itu. Saat itu kelas masih luar biasa ramenya. anak-anak berlarian ke sana ke mari. Beberapa murid perempuan sudah duduk manis. Setelah Fikri membaca surat itu, indi membacakan artinya.

Usai surat itu dibaca, aku memulai cerita dengan pertanyaan: siapa yang pernah mengalami gempa? bagaimana perasaanmu? segera tangan-tangan kecil itu teracung ke udara… wahh… sampai bingung aku memilihnya. Akhirnya, aku minta mereka untuk bercerita. Setelah itu, mengalirlah ceritaku tentang sebab musabab gempa, sampai simulasi siap siaga gempa. Aku minta mereka untuk berlindung di bawah meja, melindungi kelapa dengan tangan atau tas dan lain sebagainya. Di akhir kegiatan, aku merasa sangat bahagia. Meski dengan persiapan seadanya, ternyata, aku bisa memberikan satu-dua pengetahuan mengenai bencana pada anak-anak.

Satu hal yang tak bisa aku lupakan adalah, senyum dan binar mata bahagia yang terpancar dari wajah Indi. Ia terlihat sangat bahagia dengan kehadiranku, ceritaku di kelas itu kemarin. Wajahnya seolah-olah mengatakan:” itu ibuku lho….” Hmm… jadi terharu.

Hikmah dari pengalaman kemarin adalah, ternyata melakukan satu kegiatan yang menurut kita kecil, sepele atau ga penting, bisa jadi adalah sebuah momen yang sangat berarti bagi anak-anak kita. Oleh karena itu, sekecil apapun, sesepele apapun, se-gak penting apapun kegiatan itu, jika itu berkaitan dengan anak, lakukanlah… karena bisa jadi, ia adalah momen yang berarti baginya…

Komitmen

Membuat komitmen adalah hal yang mudah. Menjaganya agar tetap seperti tujuan awal, adalah hal yang sulit…

Hari ini aku belajar tentang bagaimana menjaga komitmen. Sebuah janji pernah aku lontarkan pada seorang yang spesial. Kami menyepakatinya dan berusaha untuk mewujudkannya. Hari ini ujian pertama datang. Bukan dari pihak luar. Tapi dari dalam diriku sendiri. Sebuah godaan muncul dan hampir membawaku kembali kemasa awal sebelum komitmen itu terbentuk.

Doaku, semoga Allah selalu menjagaku dalam mewujudkan komitmen itu.

Slowing Down

Last night, I watched an Oprah Winfrey Show in Metro TV. it was a good show, as oprah always had. She was talking about Slowing Everything Down. She started with a story and a talkshow with a mother who left her baby in a car for 8 hours. And it was in the middle of hot August… The baby died because of the heat. The police took the mother to the police station and asked her for almost 2 hours. She forgot that she had a baby in her car. She did her usual routine in her office (she was a teacher). She kept blaming her self and said that a good mother wouldn’t do such thing.
Lanjut Baca »

Balik lagi

Setelah lama menempati rumah sendiri (www.ambar.web.id) akhirnya rumah itu tak bisa diselamatkan. Ada satu dan banyak hal yang menyebabkan rumah baru itu untuk sementara belum bisa digunakan. Sedih rasanya…

Untunglah rumah yang lama masih dan selalu menerimaku. Jadilah aku di sini. Mencoba mengisi lagi sudut-sudut rumah yang dulu pernah kutinggalkan… Terima kasih telah bersedia menampungku lagi…

Pindahan

Mulai hari ini, aku pindah nge-blog ke tempat baru, yaitu http://ambar.web.id. Tapi blog ini tidak aku hapus, biarlah ia menjadi kenangan dan tempat memoriku…

Silakan mengunjungi rumah baruku…. dan terima kasih telah menjadi pengunjung setia blog ini….

Tulisan Sebelumnya »