Feeds:
Tulisan
Komentar

Komitmen

Membuat komitmen adalah hal yang mudah. Menjaganya agar tetap seperti tujuan awal, adalah hal yang sulit…

Hari ini aku belajar tentang bagaimana menjaga komitmen. Sebuah janji pernah aku lontarkan pada seorang yang spesial. Kami menyepakatinya dan berusaha untuk mewujudkannya. Hari ini ujian pertama datang. Bukan dari pihak luar. Tapi dari dalam diriku sendiri. Sebuah godaan muncul dan hampir membawaku kembali kemasa awal sebelum komitmen itu terbentuk.

Doaku, semoga Allah selalu menjagaku dalam mewujudkan komitmen itu.

Slowing Down

Last night, I watched an Oprah Winfrey Show in Metro TV. it was a good show, as oprah always had. She was talking about Slowing Everything Down. She started with a story and a talkshow with a mother who left her baby in a car for 8 hours. And it was in the middle of hot August… The baby died because of the heat. The police took the mother to the police station and asked her for almost 2 hours. She forgot that she had a baby in her car. She did her usual routine in her office (she was a teacher). She kept blaming her self and said that a good mother wouldn’t do such thing.
Lanjut Baca »

Balik lagi

Setelah lama menempati rumah sendiri (www.ambar.web.id) akhirnya rumah itu tak bisa diselamatkan. Ada satu dan banyak hal yang menyebabkan rumah baru itu untuk sementara belum bisa digunakan. Sedih rasanya…

Untunglah rumah yang lama masih dan selalu menerimaku. Jadilah aku di sini. Mencoba mengisi lagi sudut-sudut rumah yang dulu pernah kutinggalkan… Terima kasih telah bersedia menampungku lagi…

Pindahan

Mulai hari ini, aku pindah nge-blog ke tempat baru, yaitu http://ambar.web.id. Tapi blog ini tidak aku hapus, biarlah ia menjadi kenangan dan tempat memoriku…

Silakan mengunjungi rumah baruku…. dan terima kasih telah menjadi pengunjung setia blog ini….

Masyarakat RT 8 Demangan, Desa Jambidan, Kelurahan Banguntapan Kabupaten Bantul, baru saja punya hajat. Sebuah pesta demokrasi rakyat berupa pemilihan ketua RT telah dilaksanakan pada akhir desember 2007 lalu. Tak ada kampanye atau penyampaian visi misi layaknya pemilihan lurah. Bagi warga, proses tersebut merupakan pemborosan. Mereka lebih memilih cara praktis tanpa meninggalkan prinsip demokrasi.

Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »