sejak aku bisa menggunakan komputer, mulai dari yang windows 311 (PC) sampe MacOSX,(di ibook g3) mouse adalah perangkat yang selalu setia menemani. mouse memudahkan aku dalam mengerjakan banyak hal. hanya dengan satu atau dua klik, sebuah perintah bisa dijalankan, atau menu bisa terbuka.

ketika aku pertama kali menggunakan laptop (tahun 1998, compaq presario punya gudangbuku) untuk keperluan scan buku, kami tetep menggunakan mouse, meski di laptop itu telah tersedia touch pad yang fungsinya sama dengan mouse. aku dan kawan-kawan di gudangbuku merasa kurang bebas mengexplore dan mengerjakan tugas jika tidak dibantu oleh mouse. tugas kami digudangbuku adalah menscan cover buku dan daftar isinya. oleh karena daftar isi kebanyakan terdiri dari teks, maka kami juga harus mengeditnya. untuk keperluan ini, kami sangat memerlukan mouse. pekerjaan jadi lebih cepat dilakukan.

sekarang, aku pake ibook g3, lengkap dengan touch padnya. tapi lagi-lagi, aku tetap menyertakan mouse untuk memudahkan pekerjaanku.

tapi sejak mouse ku dirusak oleh anak laki-lakikku, kini aku bekerja tanpa mouse. my hubby telah dengan baik hati ngeset touch padku, hingga cara kerjanya bisa sama dengan mouse. ternyata, bekerja tanpa mouse, enak juga. aku jadi ngirit waktu. bayangkan jika kita mulai membuka laptop, apa saja yang harus dipersiapkan? dan itu makan waktu yang lumayan lama. waktu yang sama kita perlukan untuk memberesinya.

tapi tentu saja, bekerja tanpa mouse jadi sesuatu yang melelahkan ketika kita mengerjakan desain grafis. tapi mungkin juga tidak bagi yang telah terbiasa.

wis, ah.. mumet..