Masa cuti hamil telah usai. Ibu harus kembali bekerja. Padahal niat sejak awal ingin memberikan ASI eksklusif untuk  si kecil. Bagaimana caranya agar niat ini dapat tercapai?

Dibawah ini adalah rangkuman tulisan mengenai bagaimana cara ibu bekerja dapat memberikan ASI eksklusif. Tips-tips ini dirangkum oleh Lulu (Alyssa’s Mom). Saya mendapatkannya dari arsip Milis Sehat (sehat@yahoogroups.com).


1.    Terpenting : Selama ibu di tempat kerja, Peraslah / pompalah ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur. Ini perlu dilakukan agar produksi ASI tetap terjaga. An ASI tuh dibuat based on demand. Kalo gak ada permintaan, ya gak akan dibuat. Kalau permintaannya sedikit ya akan sedikit juga yg diproduksi nantinya.
ASI tsb bisa disimpan dalam botol dan dan disimpan dalam kulkas (jika di kantor ada kulkas). Atau ibu bisa menyimpannya dalam termos yang diberi es batu atau blue ice.

2.    Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAX. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Saat ibu memeras ASI, jangan tegang dan jangan ditargetkan berapa banyak ASI yg harus keluar. Ingat : 1 pikiran “duh ASI peras saya cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun.
Relaks saja ya bu. Buat suasana senyaman mungkin saat memeras ASI. Bawa foto anak jika perlu saat memeras ASI.
Peran ayah juga disini sangat dibutuhkan. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar.

3.    Saran dilakukan begitu sebelum kembali dari cuti : beritahu atasan ibu bahwa ibu menyusui dan ingin berhasil memberikan ASI eksklusif. Jelaskan juga bahwa pada jam tertentu ibu perlu waktu khusus untuk memeras ASI. Sehingga atasan ibu & lingkungan kerja dapat mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

4.    Begitu ibu kembali dari tempat kerja, susukan bayi langsung dari payudara. Hal ini diperlukan untuk menjaga refleks ASI & kerja hormon2 ASI, sehingga produksi ASI tetap terjaga. Jadi ASI peras yg ada bisa disimpan untuk hari2 berikutnya.

5.    Hindari pemberian susu formula. Begitu bayi diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan. Sehingga volume ASI makin berkurang.

6.    Lakukan perawatan payudara : Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin bergantian.

7.    Jika ada masalah dalam ASI, jangan ragu untuk menghubungi atau konsultasi dg klinik laktasi.  Selain mengikuti petunjuk2 di atas. Tapi sekali lagi, yg perlu diingat adalah ibu harus PEDE.