dear all,

Awal Desember 2007 lalu, saya diberi kepercayaan oleh pengurus sekolah anak saya (TKIT di Jogja) untuk menyelenggarakan pertemuan ortu murid+guru. Sebagai peserta milis Sehat, saya melihat kepercayaan ini sebagai sebuah kesempatan untuk menyebarluaskan virus-virus baik yang saya dapatkan dari milis ini. Saya lalu mengajak pak Rudy, salah seorang panitia Pra Pesat Jogja, untuk berbagi pengalaman menerapkan ilmu dari milis ini.

Meski kami baru gabung di milis, tapi kami PeDe aja berbagi pengalaman dan pengetahuan. Dengan dibantu oleh sisa makalah Pra Pesat, kami bercerita ttg penyakit langganan anak, demam dan lain-lain. Diskusi yang dihadiri oleh sekitar 10 ortu (dari 22 yang diundang) dan beberapa guru, berlangsung sangat asyik. Sampai kami lupa waktu.. molor ga ngerasa.

Yang bikin hati saya mongkok (bhs jawa, artinya bangga, senang banget), ternyata salah seorang guru anak saya telah menggunakan makalah2 tersebut ketika anak2nya sakit. Menurut cerita wali kelas anak saya, guru tersebut sangat senang dan membaca makalah tersebut berulang kali. Ada juga yang sedikit demi sedikit menerapkan RUD, dengan tidak membawa anaknya ke dokter setiap sakit. Saya terharu sekali.

Mendengar cerita ini, saya jadi makin semangat untuk menyebarluaskan ilmu ini, terutama untuk mereka yang akses terhadap internetnya kurang. Selama ini saya sangat sedih melihat kawan-kawan saya (midle class, well educated, tapi jarang akses internet karena sarana dan prasaranya emang ga ada ato terbatas) memberi AB pada anak2 mereka yang sakit, bangga dengan Sufor mahal meski mereka sebenarnya bisa memberi ASI… Berbekal makalah dan artikel dari web SEHAT, saya merasa menemukan jalan untuk memberi kawan-kawan saya informasi alternatif sehingga mereka bisa lebih bijak dan sehat (smart and healthier).

Ke depan, mungkin bisa dipikirkan (oleh YOP, bunda wati ato pemakalah lain) penyajian atau pemaparan melalui media off line dengan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh orang awam dan murah meriah. Buku Bayiku, Anakku, mungkin salah satu contohnya. Tapi kalo diberikan pada orang banyak, waduh… ga kuat belinya… hehehe…

Maaf kepanjangan.

ambar

*tulisan ini adalah cerita yang aku post ke mailing list SEHAT (sehat@yahoogroups.com)*