*catatan ini sudah diunggah di akun FB saya, 10 Februari 2011*

Catatan ini adalah hasil kesimpulan sementara yang aku ambil setelah beberapa saat berinteraksi dengan para narasumberku (narsum). Tentu saja, kesimpulan ini adalah ngawur, sesat bin tidak akurat dan sangat gegabah. Intensitas ku berinteraksi dengan para narsum tersebut sangat terbatas, berkisar antara setengah sampai 1 jam. Paling lama 2 jam, itupun karena sistem keroyokan yang aku pake saat bertemu dengan mereka. Intinya, apa yang akan aku sampaikan di sini adalah kesimpulan yang tidak ilmiah dan tidak valid, karena belum ada bukti2 yang kuat untuk mendukung argumenku. Tapi aku perlu menuangkannya karena apa yang mereka sampaikan itu menggelisahkan aku.

Kesimpulan pertama, menurutku para narsum ku adalah orang-orang terhebat yang pernah aku temui. Mereka terjun dan bergelut dengan persoalan yang sebelumnya tidak pernah mereka hadapi, seperti menghadapi gunung yang terus bergemuruh dan meletus, pengungsi yang kelaparan, pemerintah yang serba lamban dalam mengambil keputusan, posko yang serba terbatas fasilitas. Mereka melakukannya dengan sepenuh hati, berkorban harta, tenaga dan pikiran, untuk sekedar melihat para pengungsi tidur dalam kenyang. Merekalah orang-orang hebat yang layak mendapat pujian dan penghargaan.

Kesimpulan kedua, tapi menurutku kesungguhan kerja yang dilakukan para narsum ku adalah karena mereka adalah anak-anak muda yang gelisah. Mereka adalah anak muda yang tercukupi dengan segala fasilitas modern dan berlebih kebutuhan primer. Mereka adalah anak-anak muda yang berkecukupan. Anak-anak muda yang dengan menjentikkan jarinya, segala keinginan terpenuhi. Tapi, mereka adalah anak-anak muda yang kesepian. Mereka seperti sebutir gelembung busa, yang dari luar terlihat indah dengan warna-warna pelangi, tapi kosong dan rapuh di dalam. Oleh karena itu, mereka akan cepat pecah.

Anak-anak muda ini sedang mencari sesuatu. Mereka ingin membuktikan sesuatu. tapi wadah-wadah yang ada, tidak memuaskan mereka. Kampus tidak lagi menjanjikan perubahan sedangkan dunia kerja dipenuhi dengan sogokan dan pelicin di sana-sini. Padahal mereka sebenarnya tau, ada banyak masalah riil yang dihadapi masyarakat. Mereka ingin membantu, ingin bertindak nyata. Tapi wadah yang ada tidak memuaskan mereka.

Maka ketika sebuah inisiatif ini hadir dan membuka pintu bagi anak-anak yang gelisah ini, mereka segera berbondong-bondong memasukinya.

Kesimpulan ketiga, namun karena mereka adalah anak-anak yang gelisah, mereka pun dengan cepat  kembali gelisah. Ketika situasi makin melandai dan keadaan kembali tenang, anak-anak ini menjadi galau dan gelisah. Belum lagi urusan hormonal yang memang berkembang lebih cepat ketimbang generasi sebelumnya. Maka, masalah timbul di sana-sini. Celakanya, mereka mengatasinya dengan cara yang sangat tipikal anak-anak gelisah. Menyelesaikan di sini (dengan) membuat masalah baru disana..ck..ck..ck…

Kesimpulan keempat, terlepas dari semua hal diatas, menurutku anak-anak yang gelisah ini memang perlu dirangkul lagi. Mereka hanya perlu sedikit perhatian dan motivasi agar tetap semangat dan setia pada tujuan. Mereka hanya perlu disapa secara periodik, ditanya bagaimana kabar sekolah atau pekerjaannya, bukannya dilimpahi fasilitas. Mereka bisa mengusahakannya sendiri.. Mereka hanya ingin disapa, diperhatikan dan diakui bahwa mereka eksis. Sesederhana itu saja..

Namun memang tak mudah untuk melakukannya. Diperlukan hati, usus dan pikiran yang panjang dan lapang untuk mau mendengarkan curhat mereka. Terlebih bila ada banyak anak yang perlu diperhatikan. Namun percayalah, hasil yang akan diperoleh akan menakjubkan. Anak-anak ini akan tumbuh menjadi generasi yang lebih hebat dari pendahulunya. Generasi yang peduli dengan keadaan sekitar, generasi yang mau bekerja keras sekaligus militan dan penuh komitmen. Bukan generasi yang lebih suka main pukul dan bantai orang yang tidak sepaham..

Kesimpulan kelima, ingatlah bahwa catatan ini adalah catatan ngawur, sesat bin tidak akurat. Jadi, sebaiknya anda tidak begitu saja percaya…

 

jika kami bersama, nyalakan tanda bahaya

musik akan menghentak, anda akan tersentak

dan kami semua telah bosan, dijejali sikap yang ada

aku adalah kamu, muda beda dan berbahaya..

(Jika kami Bersama, Shaggydog)