*sdh diunggah di akun facebook saya, 5 Maret 2011*

Sejak awal minggu ini, anak-anak telah saya beri tau kalo mereka akan diajak bapaknya pergi ke temanggung. Kebetulan, akhir minggu ini kantor mas nasir sedang punya gawe di daerah itu. Indi dan Ali melonjak kegirangan mendengar berita itu. Ini adalah kabar yang sangat mereka tunggu-tunggu, pergi liburan bareng bapak dan ibu…yay!!

“Tapi ada syaratnya loh, “kata saya kemudian setelah melihat kegembiraan mereka mereda. “Ibu ga ikut dengan kalian. Kalian hanya liburan bertiga, ” kata saya lagi. Wajah-wajah gembira tadi langsung berubah sedih…  Memang, anak-anak lebih enjoy jika bepergian bersama saya. Apalagi jika pergi ke luar kota. “Kenapa?” kata indi, si ingin-tau-dan-tak-kenal-menyerah. “Ibu masih banyak pe er dan udah kelewat waktu ngumpulinnya, ” kata saya berusaha menjelaskan kenapa saya tidak ikut. Saya melihat keraguan yang besar di wajah kedua anak saya itu. Mereka tak biasa pergi jauh tanpa saya. ” nggak pa-pa.. ini kan kesempatan kalian untuk liburan. Anggap aja kalian liburan ke rumah mbah ti di wonogiri..” kata saya membesarkan hati mereka.

Sejak hari itu, saya melihat Indi sangat galau. Berulang kali wajahnya terlihat cemas, sesekali bingung. Beberapa kali ia berkata pada saya, “bu, aku bingung mo ikut bapak apa ibu. Kalo ikut bapak, aku kuatir ama ibu. Tapi kalo ikut ibu, aku kuatir ma bapak..” Ahh… kamu anak yang sangat perasa rupanya. Saya hanya diam. Sejatinya, dalam hati saya juga sedang bingung. Saya ingin menemani mereka bermain dan liburan. Tapi pe-er yang masih menumpuk akan menjadi ganjalan saya selama liburan nanti. Dan ujungnya, saya tidak akan bisa menikmati liburan itu..

Hari ini adalah H-1 liburan itu. Anak-anak akhirnya dapat menerima kenyataan bahwa saya tidak akan ikut dengan mereka. Lalu dengan riang gembira mereka mempersiapkan diri. Memilih pakaian dan mainan yang akan dibawa, memasukkannya ke dalam tas dan bahkan mempersiapkan makanan cemilan selama di jalan. Sebelum tidur saya memberi pesan-pesan kepada mereka agar menjaga tingkah laku dan berbuat baik selama berada di sana. “Bapak pergi ke sana karena pekerjaan, jadi kalian jangan ganggu bapak kerja yah?” kata saya kepada mereka… Hmm… liburan yang diawali dengan kata JANGAN.. I don’t know what’s in their mind…

Anyway, sampai catatan ini saya tulis, saya belum menentukan sikap. Apakah saya akan ikut atau tidak, itu belum saya putuskan. Tapi saya cukup gembira dengan kerja sama anak-anak (dan bapaknya juga), dan cara mereka menghormati keputusan (sementara) saya untuk tinggal di rumah dan mengerjakan pe er. Semoga apa yang saya lakukan bis amenjadi contoh, bahwa menunda-nunda pe-er bisa mengakibatkan kita ketinggalan liburan seru… hikss..

Enjoy your holyday, my dear Indi and Ali…!!

Ps: update 6 maret 2011: akhirnya saya ikut ke temanggung.. horayy