Siang yang riuh dengan celotahan mahasiswa di kelas dan luar kelas saya, ketika salah seorang mahasiswa saya mengangkat tangan dan bertanya, ” Bu, bagaimana kami bisa menjawab dan menjelaskan gambar ini, kalo kami tidak pernah mendapat materi dan kuliah tentang ini?”. Saya sedikit terhenyak. Sejak pertama kali msuk kelas di awal semester ini, saya mengasumsikan diri bahwa mahasiswa telah mempunyai bekal yang cukup untuk mengikuti perkuliahan saya. Asumsi itu didasari bahwa semester sebelumnya, mereka telah mengikuti mata kuliah bersyarat. Namun rupanya, asumsi saya salah. Mereka tidak menerima materi tersebut dengan utuh karena satu dan lain hal. Dan hal ini berimbas pada semua mata kuliah yang saya ampu semester ini.

Tapi bukan itu yang ingin saya bagi. Saya terhenyak karena si mahasiswa yang bertanya itu adalah mahasiswa yang cukup cerdas di kelas. Menjawab pertanyaan itu, saya hanya tersenyum dan berkata,” Bisa kok. Anda pasti bisa. Mungkin bahasa yang anda gunakan berbeda atau lebih sederhana, tapi anda sebenarnya sudah paham dengan gambar itu..” Si mahasiswa itu tetep ngeyel. ” Ga bisa, Bu. Kami belum pernah mendapat materi tentang ini. Trs, gimana kami bisa menjelaskan dengan benar?” nadanya mulai terdengar kuatir. Saya hanya bisa menyemangati si mahasiswa itu dan seluruh kelas pada umumnya, bahwa mereka bisa menjelaskan gambar yang saya bagikan itu.Setelah itu, mahasiswa mulai berdiskusi dengan rekan di sampingnya. Terbukti, pada saat presentasi, mereka bisa menjelaskan gambar itu, bahkan dengan penggunaan bahasa dan pilihan kata yang lebih canggih dari saya..

Peristiwa di kelas tadi membuat saya merenung. Betapa sering kita mengatakan TIDAK BISA, untuk sesuatu yang belum pernah kita coba. Atau mengatakan tidak bisa hanya karena kita merasa istilah kita kurang canggih atau kurang enggres.. Padahal sebenarnya, kita bisa dan mampu melakukan hal itu. Peristiwa di kelas saya tadi siang adalah contoh nyata, bahwa kita sebenarnya bisa.

Pesan moralnya adalah, jangan pernah berkata TIDAK BISA. Coba saja dulu, baru buat kesimpulannya…