Perubahan sosial membutuhkan teori baru dan metodologi baru seiring perkembangan masyarakat.  Di sisi lain, teori baru dan metodologi baru lahir dari penelitian serius terhadap fenomena yang terjadi pada masyarakat (Sunyoto Usman, 2010)

 

1.       Latar Belakang

Selo Sumarjan dalam buku Perubahan Sosial di Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, 1984, menyatakan bahwa perubahan-perubahan sosial yang terjadi di Yogyakarta secara khusus, dikarenakan perubahan yang terjadi dalam aras global. Aras global memengaruhi perilaku, tindakan bahkan pikiran masyarakat. Oleh karena itu, apa yang terjadi pada masa lalu untuk sekian lama berubah dengan adanya peristiwa global. Dalam posisi seperti itu jelas membutuhkan pendalaman, mengapa terjadi perubahan dalam pikiran, perilaku dan tindakan masyarakat menjadi bahasan serius khazanah ilmu-ilmu sosial. Perkembangan teknologi dan informasi merupakan hal yang tidak bisa dianggap remeh sehingga memunculkan masyarakat market bahkan hipermarket. Perubahan pola hidup dari agraris menjadi modernis bahkan pasca modernis. Dari masyarakat realitas menuju masyarakat hiperrealitas.

Globalisasi dan digitalisasi teknologi menyediakan ruang dan fasilitas yang memudahkan para ilmuwan social untuk mengakses dan menyebarkan beragam sumber informasi dan pengetahuan baru, hampir tanpa ada batas. Bagi beberapa ilmuwan, kemajuan teknologi ini adalah salah satu upaya untuk menggali kembali sumber-sumber asli dalam negeri. Namun sayangnya, kemajuan teknologi ini seringkali justru mencerabut hakikat ilmu itu sendiri. Padahal, teknologi bukan sekadar alat atau ”benda”, tetapi mencakup kesatuan cara berpikir, cara budaya, cara berperilaku, cara merasa, bahkan cara bersosialisasi. Celakanya Indonesia hanya mengimpor teknologi sebagai alat, tercerabut dari tempat berpijak dan melahirkan absurditas.

Gagasan mengenai perkembangan teknologi yang paralel dengan perkembangan cara berpikir, budaya, perilaku bahkan ilmu pengetahuan inilah yang akan diurai dalam diskusi publik yang diselenggarakan oleh Program Studi Sosiologi bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Ilmu Sosial dan Humaniora (PPISH) Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

2.       Tujuan:

Diskusi ini bertujuan untuk menggali dan mengeksplorasi berbagai pertanyaan dan jawaban mengenai:

1.       Apakah perkembangan teknologi menentukan arah perubahan sosial atau perubahan sosial yang mendorong kemajuan teknologi?

2.       Sejauh mana hal tersebut diatas memengaruhi dan mewarnai perkembangn paradigma pengetahuan sosial di Indonesia pada khususnya?

3.       Bagaimana peran strategis ilmuwan sosial dalam mensikapi arah perubahan dan kemajuan teknologi?

4.       Pembicara:

Dr Yanuar Nugroho

Dr. Yanuar Nugroho, ilmuwan dan peneliti Inovasi dari Universitas Manchester, Inggris, penerima Hallsworth Fellowship Bidang Politik Ekonomi.

Moderator: Sulistyaningsih, M.Si (Mahasiswa Program Doktor Sosiologi UGM)

5.       Waktu dan Tempat:

Hari/tanggal                   : Jumat, 20 Mei 2011

Waktu                           : 08.30-11.00 wib

Tempat                         : Ruang ex. Promosi Doktor, Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Lt 1, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

6.       Peserta

Peserta yang diharapkan hadir adalah:  

1.       Komunitas akademik di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta di semua fakultas.

2.       Mahasiswa pascasarjana di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan perguruan tinggi lain di Yogyakarta.

3.       Mahasiswa strata satu di lingkungan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta dan universitas lain di Yogyakarta.

4.       Jurnalis.

5.       Aktivis dan pegiat Masyarakat Sipil.

Acara ini gratis, namun tempat terbatas.

7.       Sekretariat

Program Studi Sosiologi

Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Telp: 0274- 585300

Kontak: Ambar Sari Dewi (0811256850), Muryanti (08572963985)