Tak dapat kulupakan, wajah ceria dan bersinar yang kulihat sabtu (23/01/10) sore, ketika mobil kami masuk ke halaman rumahmu. Wajah-wajah penuh rindu dan kasih yang sekian lama tak berjumpa anak dan cucunya.. (well, belum terlalu lama juga sih… baru sebulan yang lalu..). Kedatangan kami sore itu, mampu menggugurkan niat ibu untuk pergi sholat berjemaah di masjid seperti yang biasa ia lakukan. Ibu memilih sholat dirumah, agar bisa segera bercengkrama dengan anak-anak dan cucunya. Ah.. ibu… semoga pilihanmu itu tidak mengurangi pahala ibadahmu..

Dalam sebuah workshop tentang kesetaraan gender, seorang pembicara menceritakan bagaimana perasaan anaknya kepada dirinya. ia berkata bahwa anaknya sangat bangga pada dirinya dan memiliki ibu seperti dia. Well i guess, tidak ada yang tidak bangga pada ibunya. Menurutku semua anak pasati akan membanggakan ibunya, atau adakah yang tidak? Kalo aku, jelas aku sangat bangga dengan ibuku, dan bapakku tentu saja. Semakin beranjak dewasa, aku makin merasa bahwa apapun yang aku lakukan untuk mereka, tidak akan pernah cukup untuk membalas kebaikan mereka. Tapi aku akan berusaha sekuat tenaga untuk membalas kebaikan tersebut.

Sore itu, kami memang menghabiskan week end di rumah ibu dan bapak di wonogiri. Senang dan sedih rasanya. Senang karena bisa melihat wajah ceria mereka, sedih, karena waktu yang sangat terbatas sehingga kebersamaan ini tak bisa bertahan lama. Kami harus kembali ke Yogya keesokan sorenya, karena beberapa alasan. pekerjaan adalah salah satunya. Aku tau, sebenarnya mereka tak rela melepas kami pulang, tapi ketidak relaan itu hanya mereka simpan dalam hati saja. maafkan kami ibu, bapak..

Ya Allah, terima kasih telah memberikan orang tua yang terbaik bagi kami. Lindungilah mereka dari mara bahaya, penyakit, kesedihan, gundah gulana, prasangka buruk dan semua hal yang buruk. Limpahkanlah kebahagiaan pada mereka, kesehatan, rejeki dan kegembiraan dalam menjalani kehidupan.

Ya Allah, jika pekerjaan kami ini adalah sarana kami untuk membahagiakan mereka, maka mudahkanlah kami dalam menjalankannya. Limpahkan rejeki dan kesehatan kepada kami agar kami bisa membahagiakan orang tua kami. Jadikanlah pekerjaan kami ini sebagai ladang ibadah dan tanda kasih sayang kami kepada orang tua kami. Jadikanlah kami anak-anak yang akan menerangi jalan mereka, kebanggaan mereka, kebahagiaan mereka.

Tapi jika pekerjaan ini menjadikan kami jauh dengan orang tua, membuat mereka selalu kuatir dan bersedih, maka tunjukkanlah jalan yang benar bagi kami. Sungguh, kami tak ingin membuat mereka bersedih, terluka, atau tak bahagia. Apalah artinya uang berlimpah, jika tidak mendapat restu dan ridho dari orang tua. Ya Allah, jangan jadikan kami anak-anak yang durhaka, yang tak tau bagaimana berterima kasih kepada orang tuanya.

Ya Allah, kepada siapa kami meminta dan memohon, jika bukan kepada Mu?