Kata ADAM adalah salah satu kata yang paling sering saya dengar, terutama ketika saya masih kuliah S1 di UGM. Bukan, bukan karena saya rajin ngaji sehingga saya sering dengar kata Nabi Adam. Bukan pula karena saya cewek pecinta kaum adam. Tapi lebih karena nama Adam pada masa itu, berarti sepiring nasi sambel teri dan segelas teh hangat di kala kiriman bulanan dari ortu sudah menipis. Yah, Adam, tepatnya Adam Mas adalah warung angkringan favorit saya di jalan gejayan. Tapi tulisan kali ini tidak ada kaitannya dengan warung nasi-sambel-teri yang super nikmat itu. Saya hendak menyampaikan pendapat saya tentang cowok paling panas -sepanas pisang goreng di warung Adam Mas yang baru keluar dari wajan- sedunia. Adam Levine.

Wait, bu Hajjah ngomongin cowok panas? ga salah bu?

tato adam

ah, nggak. Saya janji ga akan ada unsur sara dalam tulisan ini. Saya mengagumi Adam Levine, bukan semata-mata dia panas, tapi karena banyak lagunya yang menjadi inspirasi saya.

Ohh… alhamdulillah… tapi Adam levine itu siapa?

waduh, tentang siapa Adam Levine, silakan gugling aja deh.  Dengan ketenaran seperti itu, tentu tidak sulit mencari informasi siapa dia, termasuk berapa orang pacarnya, aksi-aksi kontroversial lainnya. Yang paling penting, lagu-lagu yang ia nyanyikan bersama band Maroon 5.

Lebih baik saya langsung cerita, lagu apa yang menginsiprasi saya dan mengapa. Salah satu sebab kenapa saya suka lagu-lagu Maroon 5 adalah karena mereka menanggapi kesedihan dengan cara yang gembira. Kalo disimak baik-baik, lagu-lagu Maroon 5 lebih banyak bercerita tentang patah hati atau kesedihan. Tapi coba dengar musiknya, tidak ada lentingan biola yang menyayat hati atau alat musik lainnya. Di tangan Maroon 5, kesedihan bisa diubah menjadi sesuatu yang menyenangkan, setidaknya untuk menggoyangkan kaki atau angguk kepala.

Lalu, lagu apa yang bagus? Yang paling menarik perhatian saya adalah One More Night. Irama musik yang menthul-menthul (aduh, saya bukan ahli alat musik, jadi ga tau istilah yang tepat. But you’ll know what I mean when you listen to the song) sungguh mengajak kaki untuk bergoyang. Jika disimak liriknya, lagu itu adalah tentang penyesalan kepada pasangan yang menderita karena perilaku kasar (mungkin). Jadi semacam KDRT gitulah… tapi si pelaku KDRT sudah menyatakan menyesal dan ingin kembali.. well, lagu ini memang tidak ingin mengajak orang untukmenjadi pelaku KDRT. Justru ia ingin mengingatkan bahwa jika KDRT masih diteruskan, you might lose the one you love..

Inspirasi apa yang didapat dari lagu itu bu?

Yang paling jleb adalah betapapun mudahnya mengatakan maaf danmenyesal, tapi kalo perilakunya masih sama, ya sami mawon.