Foto bersama para Direktur BRI

It’s never easy to be a leader. Setidaknya itulah yang saya rasakan selama saya menjadi peseta Program Kepemimpinan Angkatan 7 (PK7) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan awal november lalu. Selama 12 hari saya dan 70 orang peserta lainnya ditempa untuk menjadi pemimpin, sebagai syarat sebelum menerima beasiswa pendidikan lanjut (S2 dan S3), baik di dalam maupun di luar negeri. Selama kegiatan PK7, kami diberi berbagai materi yang bertujuan meningkatkan kemampuan kepemimpinan kami. Lokasi training berpindah-pindah tempat, dari hotel bintang lima hingga mendaki keindahan Gunung Salak dan mencicipi tidur di barak TNI-AD di Rindam Jaya. Para pemateri juga beragam, mulai dengan pembicara sekelas Jusuf Kalla dan Jimly Asshidiqie, Mas Lukman Sardi dan para direktur BRI, hingga Kang Supriyatna dan mas Jiwo yang punya banyak track dan games. Bagi saya, pengalaman ini sangat berharga. Dan sebagaimana disampaikan Pak Eko Prasetyo, Dirut LPDP, PK adalah kegiatan yang wajib diikuti, tapi haram untuk diulangi..

Jalan setapak menuju Kawah Ratu Gunung Salak Tapi, bukan semata uraian pak JK yang memukau saya, atau halimun (kabut-asd) yang turun saat saya hiking ke Kawah Ratu yang membuat saya menulis catatan ini. Salah satu hal penting yang saya dapatkan dari kegiatan ini adalah antusiasme dan semangat rekan-rekan peserta PK untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Bagi saya, ini luar biasa. Di tengah carut marutnya situasi politik, ekonomi, hukum, budaya dan lain sebagainya, ternyata masih banyak anak muda yang ingin membangun negara ini. Semangat dan antusiasme ini sedikti banyak menular pada saya, yang telah lama kehilangan kepercayaan pada negara. Bersama rekan-rekan peserta, mimpi dan cita-cita untuk membawa Indonesia menjadi yang lebih baik, perlahan-lahan kembali. Saya merasa apa yang akan saya lakukan sebagai penerima beasiswa, pasti ada manfaatnya bagi negara saya dan anak cucu saya akan hidup di zaman yang lebih baik dari saya.

Bersama mas Mikael aktor Di TImur Matahari

Terlepas dari segala kekurangan dalam penyelenggaraan PK7, saya merasa harus berterima kasih  yang sebesar-besarnya kepada LPDP karena telah mengembalikan cita-cita dan mimpi saya, menjadikan Indonesia tempat yang lebih baik untuk anak-anak saya. Saya juga harus berterima kasih kepada teman-teman awardee PK7, yang dengan cara mereka masing-masing, membuat saya percaya bahwa masa depan Indonesia akan lebih baik di tangan mereka. Bahwa merekalah pemimpin Indonesia di masa depan. Terima kasih teman, tanpa kalian, apalah artinya saya..

 

Semoga kita senantiasa bersahaja, jujur dan visioner…

Peserta PK7 pasca latihan Angklung