Dua bulan terakhir ini saya mengalami kesulitan yang amat sangat untuk menulis, khususnya menulis ilmiah.

Pada bulan Desember 2013, saya diminta menulis paper oleh sebuah LSM di Yogyakarta. Saya menyanggupinya karena merasa tema paper bukanlah sesuatu yang baru. Saya pernah menulisnya pada tahun 2011. Maka saya melakukan wawancara untuk memperbarui data. Setelah wawancara saya transkrip dan kategorisasi, saya pun siap untuk menulis. Tak dinyana, saya mengalami kesulitan. Ibarat pistol, peluru tak mau keluar dari larasnya,meski pelatuk telah ditekan sekerasnya. Saya sudah mencoba berbagai cara untuk menaikkan mood menulis, sebagaimana yang saya lakukan sebelumnya. Tapi tetap saja tidak berhasil. Saya sangat tersiksa saat itu, sementara deadline makin mendekat…

Untunglah beberapa hari sebelum deadline yang ditentukan, saya berhasil menyelesaikan tulisan itu. Saya sangat terengah-engah kehabisan napas. Ibarat mobil yang dipaksa melintasi jalanan yang menanjak untuk mencapai puncak bukit. Saya tidak bisa menikmati pemandangan di sekitar puncak bukit itu, karena saya haru berkonsentrasi mengatur mobil itu agar tiba dengan selamat.

Bulan Januari 2014, saya dihadapkan pada kejadian serupa. Kali ini adalah pesanan menulis buku manual oleh sebuah LSM Kampus. Petinggi LSM itu telah memesan saya sejak akhir november 2013, tapi hingga kini, buku itu belum selesai juga. Saya mengalami kejadian yang sama, rasanya sulit mengeluarkan kata-kata dan ide untuk menulis. Saya sangat tersiksa dengan keadaan ini karena dampaknya secara langsung dirasakan oleh orang-orang tercinta saya. Saya menjadi lebih emosional dan terlihat (kadang-kadang) seperti orang linglung..:((

Saya terus memikirkan sebab dan mengupayakan jalan keluar untuk mengatasi masalah ini. Tapi saya masih belum menemukan solusi terbaiknya. Padahal deadline makin mendekat…:((

Ada yang bisa bantu saya?