Tulisan ini adalah terjemahan bebas dari resep menghilangkan kebuntuan ketika menulis yang dibuat oleh Brian Moreland, penulis novel Dead of Winter di sini (thanks to mbak Merlyna). Menurut Pak Brian, kalo penulis mengalami kebuntuan di tengah-tengah aktivitas menulisnya, ada beberapa cara manjur untuk mengembalikan semangat. Yaitu:

1. Tinggalkan tulisanmu untuk sementara dan lakukan sesuatu yang merangsang kreativitas seperti melukis, menulis puisi, mendesain foto atau membuat sesuatu dari kayu/tanah liat/kerajinan lainnya. Pengalaman saya, ada beberapa teman yang memilih aktivitas memasak sebagai cara mereka menghilangkan kebuntuan. Ada juga yang menikmati mencuci pakaian untuk tujuan yang sama. Intinya, apapun aktivitas yang dipilih, mengerjakan aktivitas kreatif merangsang otak untuk tetap bekerja.

2. Buatlah tulisan bebas. Gunakan 15 menit atau lebih setiap hari untuk menulis apapun yang terlintas di pikiran kita. Biarkan ia acak tanpa pakem, tanpa plot, tanpa sistematika yang kaku. Menulislah dengan bebas. Lakukan hal ini selama seminggu lalu kembalilah ke tulisan awal anda. Proses ini melatih otak untuk menggali kata-kata yang tersembunyi di kepala kita dan memberinya ruang untuk berada di layar komputer kita. Alternatif lain, menulis bebas selama 15-20 menit, lalu kembali ke tugas tulisan kita secepatnya.

3. Gerakkan badanmu. Berdansa, yoga, senam aerobik, Tai Chi, bersepeda, jogging dan lain sebagainya membantu melancarkan aliran darah yang pada akhirnya melancarkan peredaran darah ke otak. meditasi atau yoga membuat pikiran kita menjadi tenang. Pikiran yang tenang membuka otak untuk berpikir lebih imajinatif.

4. Kurangi gangguan/distraksi. Matikan telepon genggam dan lepaskan koneksi internet ketika menulis. Bersihkan ruangan tempat anda menulis karena meja yang berantakan menyebabkan otak bekerja secara tidak sistematis. Sampaikan kepada pasangan, anak, orang tua atau orang-orang yang dekat dengan nada bahwa anda sedang membutuhkan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika tidak memungkinkan, menulislah di kala semua orang telah tidur. Memberi ruang dan waktu pada diri sendiri untuk menyendiri sangatlah penting untuk tetap fokus pada tulisan.

5. Menulislah pada dini hari. Saat kita baru bangun tidur, otak kita berada pada mode Theta, yaitu gelombang otak pada saat kita bermimpi. Waktu terbaik untuk menulis adalah pukul 3.00-5.00 pagi. Bagi muslim, waktu terbaik adalah sesaat setelah shaolat tahajud sampai dengan sholat subuh.

6. Menulislah di saat anda tidur. Pikiran bawah sadar kita selalu mempunyai cara untuk memecahkan masalah, bahkan di saat kita tidur. Kadang-kadang ketika pak Brian buntu, ia menulis 15-30 menit sebelum tidur kemudian memikirkannya ketika tertidur. Ketika bangun esok harinya, Ia mempunyai solusi untuk mengatasi kebuntuan pikirannya, seperti apa yang akan dikatakan oleh aktor utama atau plot baru untuk memperindah tulisan.

7. Jika semua langkah di atas tidak berhasil, lakukan teknik Segelas Air. Sebelum tidur, isilah gelas dengan air minum. Pegang dan katakan dengan sungguh-sungguh pada air dalam gelas itu keinginan anda. Misalnya: Saya ingin menggali kreativitas tulisan saya dan menjadikannya menarik. Setelah itu, minum setengah gelas lalu letakkan gelas itu di meja. Pergilah tidur. Keesokan harinya ketika bangun tidur, minumlah air dalam gelas tadi. Kemudian buka komputer anda dan mulailah menulis selama satu jam tanpa gangguan. Trik ini mungkin terkesan agak aneh, tapi percayalah, langkah ini selalu berhasil!!. Lakukan hal ini selama tiga malam berturut-turut, lalu rasakan khasiatnya…

Well, selamat mencoba. Kasih tau hasilnya ya?