” Mumpung masih di sini, perbanyaklah membantu orang lain. Ntar kalo udah di sana, kita tinggal panen kebaikan yang (telah) kita tanam,” kata seorang teman pagi ini. Meski ia mengatakan sambil tertawa, makna kalimatnya sangat dalam bagi saya. Saya sedikit terhenyak dan kemudian merenung. Iya, juga ya? Kebaikan apa yang telah saya lakukan untuk orang lain? Apakah saya benar-benar telah melakukan kebaikan itu? Atau saya hanya memikirkan diri sendiri?

 

Saya lalu teringat seorang teman di kantor saya. Ketika ia sedang menunggu hasil pemeriksaan disertasinya, secara teratur ia memberikan sedekah kepada banyak orang (saya melihat dengan mata kepala saya sendiri). Waktu saya tanya, dia menjawab pendek, ” yah.. supaya urusanku dimudahkan (Allah).”  Saya hanya terdiam. Dalam hati saya berpikir, apakah Allah sedemikian mudah ‘disogok’ dengan sedekah sehingga Ia bersedia mengubah takdir umatnya? Namun sisi lain dalam batin saya mendebatnya. Tentu saja bisa, karena Allah mendengar doa orang yang diberi sedekah. And who knows, dari mulut siapa Ia kabulkan doa itu…

Kemudian saya membaca beberapa twit seorang ustadz mengenai keajaiban sedekah. Meski saya merasa bahwa apa yang ia tuliskan itu ‘sedikit’ ngoyoworo, tapi saya setuju dengan pernyataannya, bahwa doa terbaik (meskipun hanya sekedar ucapan: aminn..), mampu mengguncang Arsy’ dan bisa mengubah takdir. Saya percaya dengan kekuatan doanya. Sedekah hanyalah alat untuk melakukan itu. Silakan mendebat mengenai hal ini, tapi inilah yang saya percayai.

Lalu saya mencoba menpraktekkannya. And somehow, beberapa cita-cita saya dapat tercapai. Entah karena sedekah itu atau karena I get this relax and grateful feeling that I’ve done and give something to the poor people. And this feeling was really helpful to finished my task and duties. I enjoyed it.

Kembali ke ucapan teman tadi pagi, saya jadi berpikir, betapa sedikitnya kebaikan yang telah saya lakukan. Betapa sombongnya saya mengatakan bahwa apa yang telah saya capai ini adalah hasil kerja keras saya. Saya lupa, ada banyak orang yang mendoakan kesuksesan saya. Doa merekalah yang saya butuhkan saat ini, karena Allah mendengar doa mereka. Bukan berarti saya berhenti berdoa dan berburuk sangka padaNya, tapi saya ingin Allah melihat kesungguhan saya.

Ya Allah, luaskanlah rejekiku dan ringankanlah tanganku untuk bersedekah.. Aminn..