Pagi ini saya mendapat banyak pengetahuan dan informasi baru yang membuat saya merenung. Apalagi kalo bukan tentang Pilpres Indonesia 2014.

Sejak masa kampanye pilpres dimulai, saya mengamati beberapa rekan yang dengan aktif menyampaikan informasi (baik atau buruk) mengenai kedua pasangan capres. Saya sempat masuk dalam euforia tersebut dengan memposting dan me RT beberapa twit yang mendukung pasangan pilihan saya. Saya ikut berkomentar di dinding fesbuk teman-teman saya. Saya aktif mencari informasi terbaru mengenai pasangan capres pilihan saya dan kadan-kadang menertawakan kebodohan (menurut saya) pendukung capres sebelah. Saya merasa gagah, gaul dan berguna. Saya mengasihani pilihan teman-teman pendukung capres sebelah karena saya merasa pilihan saya yang terbaik dan alasan saya memilih adalah yang paling mulia dan karenanya, saya  ingin menolong mereka. Padahal kata sudjiwo tedjo, “jika kamu ingin menolong orang karena kamu kasihan kepada mereka, sebenarnya kamu sudah dihinggapi rasa sombong”.. #jlebb

Namun di masa tenang seperti ini saya kembali merenung. Benarkah saya melakukan itu karena saya memilih dengan hati? Jangan-jangan saya melakukannya karena saya tidak ingin dianggap sebagai orang yang ‘kudet’ alias kurang apdet, ga eksis dan ga punya pilihan. Ketika saya membaca kembali postingan saya di FB dan tweet saya di twitter, saya jadi malu. Jika saya tidak bisa menghormati pilihan orang lain, bagaimana mungkin saya mengharapkan orang lain menghormati pilihan saya? Jika saya ingin capres pilihan saya memerintah dengan baik, apakah memposting berita keburukan capres lawan akan mengundang simpati masyarakat? apakah capres pilihan saya hanya memerintah saya dan para pendukungnya? bagaimana perasaan pendukung capres sebelah?

Di masa tenang ini, ijinkan saya memperbarui niat saya memililh pasangan capres saya. Ijinkan saya memperbarui niat saya mencoblos di pilpres ini. Saya berniat memilih anda pak capres idola saya, karena saya percaya anda bisa membawa negeri ini ke arah yang lebih baik, lebih ramah, lebih sehat, lebih ceria, lebih kreatif, lebih sejahtera dan lebih jujur bagi anak-anak dan keturunan saya. Saya berniat mengikuti pilpres tahun ini karena saya ingin negeri ini menjadi negeri yang lebih baik, lebih ramah, lebih sehat, lebih ceria, lebih kreatif, lebih sejahtera dan lebih jujur bagi anak-anak dan keturunan saya.

Dari pojokan kotagede yang dingin